Monday, March 26, 2007

LKPP INFO

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT.
Nama instansi : Kantor Wilayah VII Direktorat Jenderal Perbendaharaan Bandar Lampung, Bidang Akuntansi dan Pelaporan, Seksi Pengolahan Data Akuntansi. Aku beraktivitas di bidang AKLAP terhitung mulai tanggal 10 Januari 2006. Tugas pokok dan fungsi bidang Akuntansi dan Pelaporan Kanwil VII Ditjen Perbendaharaan Bandar Lampung adalah melakukan bimbinan teknis Aplikasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang terdiri dari Aplikasi Sistem Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (SAPPA-W) dan Aplikasi Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN), melakukan Rekonsiliasi Laporan Keungan Tingkat Wilayah menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Keuangan Akuntansi Pelaporan (SIK-AKLAP) bidang AKLAP dengan Arsip Dokumen Komputer (ADK) Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) di Provinsi Lampung . Membina Seksi Verfikasi dan Akuntansi Kantor Pelayanan Negara dan memproses Arsip Dokumen Komputer (ADK) dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, Bandar Lampung, Kota Bumi, Liwa dan Metro, membuat Laporan Keuangan Pemerintah Pemerintah (LKPP) Tingkat Wilayah.
Landasan Hukum pembuatan Laporan Keuangan Pemerintah Pemerintah (LKPP) Tingkat Wilayah adalah Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 66 tahun 2005.
Kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang AKLAP adalah pengetahuan komputer yang baik tentang Database, Office (Microsoft Word dan Excel), pendidikan menimal Diploma 3 atau yang pengetahuannya setara dengan Diploma 3.
Sarana dan Prasarana yang tersedia : Personal Computer menimal phentium III, dan tersedianya akses ke internet untuk mengdownload dan mengupload ADK KPPN. Applikasi Office, Sistem Informasi Keuangan Akuntansi Pelaporan (SIK-AKLAP) serta Aplikasi pendukung lainnya.
Permasalahan : adalah belum meratanya penguasaan Teknologi Informasi bidang Komputer, pengetahuan tentang Akuntansi pada SDM bidang AKLAP dan SDM UAPPA-W, sehingga pembinaan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tugas pokok dan fungsi belum berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Struktur organisasi yang belum lengkap pada level Koordinator Pelaksana. SDM yang ditempatkan pada bidang AKLAP belum sesuai dengan kualifikasi.
Solusi Permasalahan : Sumber Daya Manusia pada bidang AKLAP harus sesuai dengan kebutuhan organisasi dengan membuat qualifikasi tertentu dengan komptensi yang terukur. Pengelolaan ADK KPPN hanya terpusat pada Seksi Pengolahan Data Akuntansi, seksi lainnya tidak boleh melakukan hal sama. ADK UAPPA-W yang diproses dengan Aplikasi SIK AKLAP pada seksi PDA, selanjutnya dilakukan rekonsiliasi Laporan SAI dan SAU oleh Seksi Pelaporan Keuangan bukan oleh suatu petugas TEAM.
Akvitiasku pada Seksi Pengolahan Datan Akuntansi, Bidang Akuntansi dan Pelaporan Kanwil VII Ditjen Perbendaharaan Bandar Lampung dari tanggal 10 Januari 2006 sampai dengan 7 Maret 2007 sebagai berikut pembuatan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tinkat Kantor Wilayah Tahun Anggaran 2005 pada bulan Pebruari 2006. Aku terlibat langsung dalam proses pembuatan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Dokumen Uraian CaLK diproses mengunakan Microsoft word, pembuatan Grafik menggunakan Microsoft Excel, Neraca, Laporan Arus Kas (LAK) dan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) diproses dengan Microsoft Excel dan Aplikasi SIK AKLAP. Pembuatan LKPP ini dibimbing lasung Kepala Bidang AKLAP dan para Kepala Seksi, teman sekerja yang masuk Team pembuatan LKPP Tahun Anggaran 2005.
Aktivitas lainnya adalah anggota team pembina ii ke Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W), anggota team Rekonsiliasi, menjadi instruktur Sistem Akuntansi Instansi, peserta pelatihan jaringan komunikasi data di Hotel Aston kawasan Braga City Bandung, anggoaa e.
Maksud dilaksanakan rekonisiliasi adalah untuk mengecek antara data Pengguna Anggaran (Instansi Pemerintah) dengan Bendaharawan Umum Negara (KPPN).

PERUBAHAN

PROSES PERUBAHAN

Richard J.C. Roeber menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang merupakan salah satu bentuk organisasi harus terus menerus menaruh perhatian pada perubahan-perubahan sosial dan meng antisipasi dampak perubahan tersebut. Proses perubahan adalah proses yang terus menerus, tetapi berdasarkan persepsi kita realita berubah tidak berkesinambungan .
Biasanya organisasi melakukan perubahan hanya dengan satu tujuan yaitu memperbaiki. Memperbaiki dimaksud adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap hal-hal yang dianggap dapat mengurangi efektifitas dari organisasi tersebut.
Pengembangan organisasi sangat diperlukan mengingat lingkungan diluar organisasi selalu berubah. Perubahan ini tidak hanya terjadi di lingkungan sosial, politik, ekonomi, budaya dan teknologi tetapi juga di lingkungan manusia. Pimpinan suatu organisasi harus dapat mengantisipasi dampak perubahan dan mempunyai gambaran yang jelas mengenai yang di ingini. Hubungan antara pemerintah, dunia usaha dan individu manusia menandai perubahan sosial dimana perubahan sosial sangat mempengaruhi kehidupan suatu organisasi.
PENYEBAB PERUBAHAN
Adapun hal-hal yang menjadi penyebab perubahan antara lain faktor pendidikan. Pendidikan telah menjadi terpenting dalam kehidupan manusia. Pendidikan yang makin merata menyebabkan tingkat intelektualitas masyarakat secara umu makin meningkat. Perubahan teknologi merupakan salah satu faktor adanya perubahan. Dengan teknologi dapat merubaha gaya kehidupan manusia modern. Dunia seakan tidak lagi dipisah jarak dan tempat, karena dengan menggunakan teknologi personal komputer yang terhubung ke internet maka dunia maya langsung dapat dihadirkan didepan mata. Begitupun juga dengan media massa, dunia seakan menjadi makin sempit karena berbagai media massa menyajikan berita-berita dari berbagai belahan dunia dalam waktu yang cepat.
Meningkatnya jenjang pendidikan dan mobilitas akan merubah nilai-nilai pekerjaan dimana kita ber aktivitas. Komunitas perkantoran akan lebih terikat secara intelektual dengan pekerjaan mereka dan mungkin mereka lebih menghendaki keterlibatan, partisipasi dan otonom.
STRATEGI PERUBAHAN
Kurt E. Olmosk ahli perubahan dalam organisasi mengemukakan ada 8 strategi perubahan : Pertama, Political Strategy adalah perubahan atas dasar struktur kurang baik yang formal maupun yang informal dalam suatu sistem sosial. Kedua, Economic Strategy, diasumsikan bahwa seseorang yang memegang posisi pengaturan sumber-sumber ekonomis, seperti anggaran dan peralatann adalah orang yang dapat memperlancar suatu proses perubahan terencana. Ketiga, Academic Strategy diasumsikan bahwa manusia akademik adalah manusia yang rasional. Orang dapat berubah atau mengadakan perubahan apabila ada data yang rasional, yang dapat diterima dengan akal sehat. Keempat, Engineering Strategy, lingkungan kerja sangat besar pengaruhnya terhadap tingkah laku individu dalam suatu organisasi, lingkungan kerja yang sehat akan mempengaruhi individu untuk bertingkah laku baik, akan tetapi apabila di lingkungan kerjanya tidak sehat, maka akan sangat mempengaruhi tingkah laku yang baik, sehingga akan merugikan organisasi dimana dia sebagai anggotnya. Kelima, Military Strategy, penggunaan kekerasan atau paksaan yang bersifat fisik maupun non fisik. Ke-enam, Confrontation Strategy, timbulnya suatu keadaan yang tidak disenangi oleh anggota-anggota dalam suatu organisasi, Ketujuh, Applied Behavioral Science Strategy, perubahan memerlukan beberapa bidang ilmu, Kedelapan, Fellowship Strategy, perubahan yang berdasarkan pada kebersamaan yaitu dengan memberi contoh yang baik kemudian memberikan wawasan yang luas dan mengembangkan kreativitas serta memberikan dorongan semangat kepada orang-orang dalam suatu organisasi, sehingga mereka merasa diperhatikan.
TIGA AKSI PENYEMPURNAAN
Menurut Frank Neff, ada tiga aksi yang perlu dilakukan agar usaha penyempurnaan organisasi dapat berhasil yaitu : Pertama, Kelompok kerja harus dapat menerima ketetapan dari data yang dikumpulkan. Kedua, Kelompok kerja harus turut bertanggungjawab terhadap keikut sertaan mereka dalam menentukan persoalan-persoalan yang telah ditemukan. Ketiga, Kelompok kerja harus terikat untuk melakukan pemecahan persoalan, yaitu anggota merasa terikat untuk melakukan sesuatu terhadap persoalan-persoalan tersebut.
ASUMSI PENGEMBANGAN
Asumsi Personal Growth, adalah proses pertumbuhan seseorang individu di dalam suatu organisasi. Asumsi ini mengatakan bahwa seseorang itu dapat tumbuh dan berkembang dengan sendirinya, apabila lingkungan mendukung dan apabila ada tantangan. Asumsi Constructive contribution, bahwa seseorang itu selalu dapat memberikan suatu sumbangan yang bersifat membangun.Sebagian besar orang ingin membuat dirinya agar lebih mampu memberikan sumbangan yang lebih besar dalam mencapai tujuan organisasi, bila lingkungan mengizinkan.